KEGIATAN 3 SD MKGR
Kelas: LD 32
Dosen: Nikodemus Thomas Martoredjo (D3323)
Waktu: Rabu, 30 Maret 2016
Pukul: 08.00 – 10.00
Lokasi: Jl. Kebon Jeruk No. 1 Jakarta Barat
Tim yang Hadir:
Ketua : Metta Carini - 1901470582
Anggota:
1. Rizka Ilma – 1901471856
2. Veronica Gunawan -1901471521
3. Sara Hapsari – 1901477714
4. Mishela - 1901469063
Tim yang tidak hadir : tidak ada
1. Metta Carini - 1901470582
2. Rizka Ilma – 1901471856
3. Veronica Gunawan -1901471521
4. Sara Hapsari – 1901477714
5. Mishela - 1901469063
2. Rizka Ilma – 1901471856
3. Veronica Gunawan -1901471521
4. Sara Hapsari – 1901477714
5. Mishela - 1901469063
Dalam mata kuliah Character Building kewarganegaraan bersama Teach for Indonesia kami berkesempatan untuk melakukan pengajaran bimbel di sekolah dasar untuk melaksanakan jam kerja sosial. Pada minggu ketiga kami mengajarkan matematika untuk murid kelas satu sekolah dasar. Kami mempersiapkan materi pembelajaran dua hari sebelum kegiatan dimulai dengan mecari apa yang di pelajari anak kelas 1 sekolah dasar dalam materi pembelajaran matematika, yaitu dengan cara mengajarkan pertambahan dengan menggunakan cara penyusunan kebawah baik dalam pertambahan maupun pengurangan menggunakan tiga bilangan angka. Dan tentu saja kami sudah menanyakan terlebih dahulu kepada guru yang bersangkutakan tentang materi yang akan diajarkan kepada siswa siswi di SD MKGR.
Metode yang kami gunakan dalam pengajaran seperti metode pembelajaran seperti biasanya yang para guru ajarkan, yaitu dengan metode pengajaran guru menerangkan dengan menggunakan papan tulis, membuat soal lalu siswa dan siswi mencatat di buku lalu dikerjakan, dan melakukan sesi tanya jawab kepada anak murid. Jika ada murid yang tidak bisa mengerjakan soal kami akan mendatangi dan mengajarinya secara perlahan. Dan dalam sesi tanya jawab kami menunjuk salah satu murid untuk menjawab pertanyaan dan apabila murid tidak bisa menjawab kami menunjuk temannya yang lain untuk dapat membantunya menjawab pertanyaan tersebut. Kesulitan yang kami hadapi dalam proses pengajaran lebih mengarah saat kami mengatur anak-anak, karena semua murid sangat aktif sehingga kami merasa sulit untuk membagi perhatian kepada siswa dan siswi yang berjumlah 37 siswa yang memiliki karakter yang berbeda - beda.









